Menjadi Mahasiswa Diatas Rata-rata Ditengah Perkembangan Zaman

Posted by sebastian.p on Sep 30, 2016 in Uncategorized |

Pada tanggal 20-25 September 2016, Universitas Gadjah Mada mengadakan rangkaian acara guna merayakan Dies Natalis ke-67 Universitas Gadjah Mada. Acara tersebut disebut UGM Expo yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana.seminar-300x225

Pada hari Jumat, 23 September 2016 salahsatu rangkaian acara adalah Seminar yang bertema; “Mahasiswa Bukan Rata-Rata”. Pada seminar ini diulas bagaimana menjadi seorang mahasiswa/i untuk menjadi selangkah lebih daripada mahasiswa/i pada umumnya. Terdapat 5 pembicara yang dihadirkan di dalam seminar ini, yaitu Bapak Wikan Sakarinto selaku Dekan Bidang Akademik Kemahasiswaan Vokasi UGM, Mas Rehan Rehan Abdulsalam selaku owner Chockles, Bapak Atus Syahbudin selaku dosen Fakultas Kehutanan UGM dan reviewer Beasiswa LPDP, mas Yusuf Fajar Pratama selaku Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM sekaligus Mahasiswa Atlet Berprestasi dan mas Muhammad Ali Zainal Abidin selaku Ketua BEM UGM 2016.

 

Pembicara           : Bapak Wikan Sakarinto selaku Dekan baru Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Beliau adalah seorang dekan dan dosen mata kuliah kewirausahaan di Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Berlatar belakang sarjana lulusan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sekarang beliau mengabdi pada Sekolah Vokasi, dari pekerjaan ini beliau mengaku jatuh cinta pada Fakultas Sekolah Vokasi UGM. Sembari bercanda beliau menyinggung sedikit bagaimana sedihnya beliau ketika Porsenigama (Pekan Olahraga Seni Gadjah Mada) melihat rivalitas yang tinggi antara Fakultas Teknik, Sekolah Vokasi, dan Fakultas Kehutanan. Beliau sedih karena hal itu tidak menunjukan bagaimana Indonesia, dan satu hal pesan kepada mahasiswa-mahasiswa Fakultas Kehutanan ada sebagai mayoritas peserta seminar bahwa “ Indonesia ditakuti negara negara di dunia karena Indonesia Bersatu”. Kemudian kembalike pokok permasalahan, berbicara mengenai mahasiswa diatas rata-rata, beliau berkata bahwa yang dimaksud dengan mahasiswa diatas rata – rata adalah mahasiswa yang memiliki visi dan kompetensi. Kompetensi dalam hal ini meliputi beberapa aspek antara lain

  1. Pikiran kritis

Pikiran kritis disini dimaksudkan kritis didalam berbagai hal, kritis dan memiliki logika, logika ini didapatkan dalam dunia perkuliahan melalui materi-materi kuliah yang sudah disampaikan. Hasil pencapaian proses belajar di dalam kuliah diukur melalui IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), IPK memang penting dalam dunia perkuliahaan dan kerja namun bukan hal utama yang diperlukan dalam dunia kerja, IPK hanya dipakai mentok pada saat wawancara dunia kerja, pada saat kerja sesungguhnya softskill lah yang paling menentukan keberhasilan kerja Anda. Oleh karena itu softskill sangat penting ditumbuhkan dalam diri agar dapat menjadi pribadi kritis. Syarat menjadi orang kritis menurut beliau adalah harus menjadi manusia baik terlebih dahulu, baik dalam pikiran, perbuatan dan perkataan.

  1. Komunikasi

Tentu komunikasi dalam kehidupan sangat penting hidup karena kita tidak hanya hidup sendiri, menjalin komunikasi antar teman seangkatan, sefakultas, lintas fakultas bahkan antar beda universitas sangatlah penting guna memiliki sebuah jaringan, dari jaringan tersebut kita sangat terbantu dengan pertukaran informasi. Pertukaran informasi dapat terjadi dalam komunikasi antar individu.

  1. Inovasi

Beliau mengatakan inovasi sangat penting ditengah persaingan yang makin ketat, bukan Cuma IPK, harus ada inovasi agar apa yang kita miliki bisa lebih berguna dan bisa naik level (lebih diantara rata-rata).

  1. Kerjasama

Dalam menjalin sebuah komunikasi juga diperlukan adanya kerjasama terutama dalam membentuk jaringan.

  1. Tidak gaptek

Mau menerima segala perkembangan teknologi dan memanfaatkannya. Mahasiswa harus memiliki mental siap kerja, bukan siap lulus. Mahasiswa harus memiliki sikap pantang menyerah.

“Siap kerja tidak hanya bekerja untuk diri sendiri tetapi juga untuk perusahaan. Perubahan sangat cepat, kita harus dapat mengikuti irama tersebut”

 

Pembicara : Abdul Rehan selaku owner “Chockles Cokelat”

Sedikitcerita beliau adalah alumni Fakultas  Pertanian 2008 yang lulus tahun 2012, dan saat ini bekerja sebagai pengusaha sekaligus owner Chockles Cokelat yang beromzet 15-20 juta/hari. Awal mula usaha beliau tidak begitu instan langsung sukses namun mengalami jatuh bangun yang sungguh luar biasa, mulai dari usaha gagal, bangkrut, bahkan hingga ditipu teman. Pada tahun 2012 setelah beliau lulus beliau memulai usaha Palm Sugar namun usahanya tersebut gagal, namun seperti kata pepatah setiap kegagalan pasti akan ada hikmah yang bisa diambil, seperti kegagalan Palm Sugar, beliau belajar dan mendapatkan pengalaman serta softskill dari dunia wirausaha.Setelah itu beliau tidak menyerah, beliau memulai kembali usahanya yaitu  dengan membuka Cafe, namun sayang Cafe tersebut kurang laku dan minim penjual hingga beliau kehabisan dana harian kelangsungan Cafe. Terpaksa Cafe tersebut gulung tikar. Pada suatu hari beliau berpikiran untuk mencoba membuat minuman dari bahan cokelat berawal jualan menggunakan gerobak dan menjual hanya beberapa botol sehari beliau pantang menyerah kesana kemari hingga akhirnya sampai sekarang usaha beliau ada dimana-mana. Intinya yang hendak beliau sampaikan adalah “Jadi mahasiswa harus berani berinovasi” .

“ Bermimpi itu penting karena semua berawal dari mimpi, untuk mencapai mimpi yang kita miliki, membutuhkan proses seperti halnya kita menaiki tangga. Jangan tiru-tiru, jangan plagiat. Malu jadi benalu, Malu minta minta melulu”.

Pembicara : Bapak Atus Syahbudin selaku Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Menjadi mahasiswa diatas rata-rata adalah yang terpenting softskillnya, misal saat dia tidak mudah gengsi, hilangkan rasa gengsi apapun itu, tetap pantang menyerah walaupun apa yang terjadi harus punya sikap pantang menyerah, tetap selalu punya semangat Fighting, sehingga selalu ada kemauan untuk mau berjuang dan maju. IPK bagus tentu dalam hal ini berhubungan dengan bidang akademik, harus ada sinergi seimbang antara softskill dengan akademik. Lalu beliau menyinggung sedikit tentang beasiswa. Syarat dalam penentuan beasiswa adalah seperti syarat akademik contoh IPK minimal 3.5. Banyak hal yang bisa kita dapat dari beasiswa seperti mengurangi pengeluaran orang tua, kaya akan budaya, bahasa, pengalaman (kepribadian/karakter), ilmu, bahkan hingga kaya akan jaringan baru, perkenalan dengan dunia baru. Jaringan sangat lah penting saat anda bekerja atau lulus guna pertukaran informasi nantinya. Oleh sebab itu beasiswa sangat banyak syaratnya oleh sebab itu penuhilah syaratnya sembari asah softskill yang dimiliki. Lalu yang terakhir adalah  buatlah rekam jejakmu dan sesuaikan rekam jejakmu dengan kegemaranmu.

  1. Softskill. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan IPK, tetapi juga softskill. Karakter yang baik mulai dibangun.
  2. Mengenal budaya. Dengan mengenal budaya, dengan mudah kita dapat membuat relasi/networking dengan orang lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
  3. Rekam jejak. Kita dapat membuat rekam jejak sesuai keinginan kita.

Pembicara : Yusuf Fajar Pratama selaku Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM sekaligus Mahasiswa Atlet Berprestasi

Berbicara mengenai Mahasiswa di atas rata-rata maka akan ada hubungannya dengan Minat dan Bakat. Bakat sendiri adalah adalah suatu potensi didalam diri yang harus dilatih.  Lalu bakat tidak akan bisa tersalur dengan baik bila orang tersebut tidak ada minatnya. Minat sendiri adalah suatu hal yang bersukaan dengan sesuatu yang mendorong kita lebih dalam hal tersbeut, dan minat bisa dibangun. Minat sendiri akan  berkolerasi dengan prestasi karena prestasi adalah hasil dari minat. Banyak cara menetapkan arah minat adalah :

  1. Selami diri sendiri = dapat dilakukan dengan berpikir apa tujuan kita di UGM.
  2. Jalin interaksi dengan lingkungan sekitar = tidak hanya dengan sesama mahasiswa tetapi bisa dengan dosen, dan civitas akademik.
  3. Pahami apa kesukaan kita.
  4. Sarana + prasarana yang lengkap.

 “ Harus menetapkan tujuan untuk membuat rekam jejak yang baik”.

 

Pembicara : Muhammad Ali Zainal Abidin selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada 2016.

Hal yang beliau katakan adalah  Mimpi bukanlah apa yang kita lihat di dalam tidur namun mimpi adalah apa yang kita jalani. Cara memanajemen waktu adalah mahasiswa harus punya motivasi = yaitu punya mimpi yang divisualisasikan. Dengan memiliki motivasi, maka kita akan mengeksplore diri sehingga dalam 24 jam yang kita punya bisa bermanfaat dengan baik. Beliau menyampaikan bahwa bila hendak menjadi mahasiswa diatas rata-rata cari bakat dan minat apa yang sudah dimiliki, dan tentukan bagaimana cara optimal mengatur manajemen waktu anda.

Ada beberapa poin yang dijelaskan:

  1. Punya motivasi besar dalam hidupnya
  2. Mengatur waktu supaya cukup 24 jam
  3. Punya goal (tujuan) yang jelas
  4. Belajar dan berteman dengan semua orang
  5. Softskill
  6. Tanggung jawab kita (terutama mahasiswa dengan organisasi)
  7. Membuat visualisasi mimpi dan life plan

Sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi beliau menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa :

  1. Kedalaman ilmu untuk menyelesaikan masalah di sekitar
  2. Balance akademik, organisasi, kegiatan di luar
  3. ketika sibuk organisasi, tidak boleh meninggalkan tanggung jawab yang lain seperti tugas akademik

Hidup adalah suatu proses belajar yang tidak ada hentinya

 

Dosen : Bapak Atus Syahbudin

Tags:

Reply

Copyright © 2017 Sebastian Pandu All rights reserved. Theme by Laptop Geek.